http://referral.totobet.net/link.php?member=nomor13

Bangkrut Bukan Berarti Kiamat

Setelah meraih sukses, pengusaha kakap bidang properti dan hiburan ini pernah bangkrut. Trump menawarkan 33 jurus untuk bangkit dari keterpurukan usaha.

Bayangkan bila suatu ketika Anda dipanggil pihak bank tempat Anda berutang ratusan miliar. Padahal saat itu usaha Anda sedang jatuh tapi alias bangkrut. Langkah apa yang akan Anda tempuh? Berusaha kabur, lalu menghilang, bunuh diri, atau Anda punya cukup nyali untuk memenuhi panggilan itu?

Kabur dan menghilang atau bunuh diri jelas bukan solusi. Memenuhi panggilan itu merupakan langkah paling tepat dan rasional yang pantas diambil. Paling tidak, dengan menemui pihak bank, Anda bisa mendapat kesempatan kedua untuk membangkitkan kembali usaha yang sudah terpuruk. Setidaknya, itulah salah satu pesan yang diisyaratkan Donald Trump dalam buku ini.

Pesan itu tersirat lewat ungkapan pengalamannya sekitar tahun 1990-an. Pada waktu itu, jumlah utangnya mencapai puncak, lebih dari US$ 9 miliar. Suatu malam, ia dipanggil para bankir yang menjadi krediturnya untuk menyelesaikan masalah pinjaman yang membelitnya. Sulitnya, panggilan itu datang justru pada saat seluruh bisnisnya mencapai titik nadir. Lalu, langkah apa yang ditempuhnya ketika itu?

Trump tak mau menyerah (“Dalam kamus saya: jangan pernah sekali-kali menyerah.”). Ia mengungkapkan, dalam kondisi letih, basah kuyup, beban utang sangat besar, ia memberanikan diri tampil di depan para bankir ituapa pun risikonya. “Saya merasa seperti mencapai titik terendah dalam hidup ini. Pada waktu itu akan lebih mudah bila saya memilih melamar handuk tanda menyerah.... Tapi sesuatu dalam diri saya tidak membiarkan diri ini menyerah,” tulis dia.

Hasilnya ternyata jauh lebih positif dari yang diperkirakan. Trump merasa justru seluruh sel dalam tubuhnya bekerja dan fokusnya menajam. “Kami mengeksplorasi solusi dan, sebagaimana mereka katakana, sisanya tinggal masa lalu,” tulis dia lagi. Berangkat dari solusi itulah, Trump kemudian bangkit kembali sampai berhasil menyelesaikan semua kewajibannya. Walhasil, ia kembali berjaya di dunia usaha, beberapa tahun kemudian. Dan, ternyata, bangkrut bukan berarti kiamat bagi dia.

Dalam buku yang tak bisa disebut memoar ini, Trump menawarkan tidak kurang dari 33 jurus yang digunakannya untuk bangkit dari keterpurukan. Lelaki kelahiran Queens, New York, 14 Juni 1946, ini pernah sangat berjaya sampai namanya masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Tapi, pada 1990-an, usahanya di bidang properti dan kasino melorot drastis akibat dampak resesi ekonomi yang melanda Amerika.

Utangnya sangat menggelembung akibat strategi gali lubang tutup lubang yang ia terapkan ketika itu. Sebab ada kurun masa sampai-sampai ia tak lagi sanggup membayar bunga utang-utangnya. Ia lalu mencari utangan baru sekedar untuk menutupi bunga pinjamannya yang sudah membengkak. Berkat skema baru pengembalian utang yang ditawarkan Citibank, Chase Manhattan Bank, dan beberapa penyandang dana lainnya, Trump berhasil membangkitkan kembali usahanya.

Karya ini merupakan salah satu dari total 14 buku yang ditulis Trump ihwal dunia bisnis yang digelutinya sejak 1968. Ia bicara seni tentang bernegosiasi, kiat-kiat menjadi pengusaha kaya, sampai beragam pengalamannya mengembangkan usaha. Dan yan mutakhir, terbit pada 2008 ini, ia menulis bertajuk Trump Never Give Up: How I Turned My Biggest Challenges into Success.

Buku ini merupakan terjemahan karya Trump berjudul Trump 101: The Way to Success, yang diterbitkan tahun lalu oleh John Wiley&Sons Inc, New Jersey. Walau mungkin ada pengulangan gagasan dibandingkan dengan isi bukunya sebelum ini, Trump mengurai jurus-jurus yang dijalankannya selama ini secara lebih aktual. Terutama pada setiap kali ia menghadapi “kasus” dalam acara reality show televisi yang digagasnya, “The Apprentice”, yang ditayangkan stasiun NBC sejak 2004.

Dalam uraiannya, Trump tidak terasa seperti menggurui, karena ia hanya bertutur soal jurus-jurus sukses yang pernah di terapkannya. Seperti juga acara “The Apprentice” yang menantang, buku ini memberi banyak inspirasi soal pengembangan usaha. Yang lebih penting lagi, Trump seperti memberi sebuah jalan terang tentang bagaimana keluar dari masalah besar yang kita hadapi dalam berbisnis dengan cara yang elegan.
Sumber: 26 Maret 2008
http://forumbebas.com/